Dari Mahapeka ke Kejuaraan Nasional

Selintas, ia nampak slengean. Celana jeans, kaos oblong, kerudung bergo, sandal gunung, juga tas selendang kecil yang hanya cukup untuk diisi satu buku saja. Lengan panjangnya selalu disisihkan ke atas, hingga gelang-gelang dari tali jadi pusat perhatian. Biasa saja, tak ada yang istimewa, lebih terlihat pendiam atau tepatnya cuek, bahkan saat perkuliahan pun jarang sekali mengungkapakan pendapatnya. Namun siapa sangka, mahasiswi jurusan Jurnalistik semester IV ini menyimpan bakat luar biasa yang jarang dimiliki oleh seorang wanita, yaitu menjadi atlit arum jeram.

Leni Purwaningsih, itulah nama lengkapnya. Mahasiswi yang akrab dipanggil Anyun ini mulai yakin dengan jenis olah raga arum jeram saat menginjakkan kaki di semester III. Berawal dari ketertarikan menjadi anggota Mahapeka (Mahasiswa Pecinta Kelestarian Alam), salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung yang berbau alam, disanalah Anyun menemukan jati diri yang selama ini dipertanyakan.

Gadis kelahiran 9 Maret 1990 ini pertama kalinya mengenal arum jeram ketika Kapinis (salah satu sekolah kealaman di Bandung) meminta anggota putri Mahapeka untuk dilatih menjadi atlit. Awalnya, Mahapeka mengirimkan tujuh anggota putri yang siap berlatih setiap Sabtu dan Minggu. Namun seiring berjalannya waktu, satu-persatu mengundurkan diri dengan alasan terlalu keras dalam pelatihannya. Jadi, yang tersisa hanya Anyun. Karena memiliki kegigihan dan komitmen tinggi, Anyun bisa bertahan hingga saat ini.

Hasil dari kerja kerasnya, beberapa pekan lalu, gadis yang katanya tak punya hobi dan cita-cita ini berhasil memenangkan kejuaraan arum jeram tingkat nasional bersama timnya yang berjumlah tujuh orang. Satu hal yang patut dibanggakan. Anyun merupakan satu-satunya anggota perwakilan dari UIN Bandung. Kemenangan ini menambah keyakinan Anyun untuk terus berjuang dibidang olah raga arum jeram. Tak hanya Anyun yang merasakan kebahagiaan, namun semua orang disekelilingnya ikut merasa bangga dengan prestasi yang telah ia capai.

Salah satu dosen jurusan Jurnalistik, Encep Dul Wahab merasa sangat bangga melihat keberhasilan yang diraih oleh Anyun. Begitu pun dengan sekretaris Jurusan, Drs. Dang Eif mengaku bangga sekali atas prestasi salah satu mahasiswanya. Namun, yang sangat disayangkan informasi tersebut datang hanya sebagai kabar angin. Sementara, pihak bersangkutan tak pernah menemui jurusan, sehingga dari jurusan sendiri belum sempat memberikan apresiasi yang layak.

Setelah kejuaraan nasional ini, Anyun akan bertanding di Ajang Australia yang kebetulan terselenggara di Indonesia. Jika pada Ajang Australia kembali menang, maka akan berlanjut pada kejuaraan dunia yang akan digelar di Belanda. Anyun pun sangat berharap sekali semua orang-orang terdekatnya terus mendukung dan memberikan semangat kepadanya.

Comments
2 Responses to “Dari Mahapeka ke Kejuaraan Nasional”
  1. wicak says:

    siiip,,,lebih banyak mengakomodir gerakan mahasiswa, lebih bagus. supaya mereka jadi lebih merasa memiliki pers mahasiswa UIN. tapi tetap hati-hati, jangan sampai ditunggangi kepentingan…like this

  2. mantap… semangat terus nyun… gue dukung lo… Mahapeka is the best. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: