Prahara Muamalah

SELASA 19 MEI 2009, pukul 16:56, Jalaludin menerima telefon dari seseorang yang menawarinya jadi calon ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Muamalah. Telefon itu datang dari Aji. “mau gak jadi calon.?”

Sontak, Jalal merasa dilecehkan. Ia merasa dipermainkan. “saya merasa dijegal dan di dzolimi.” Ucapnya kesal. Jalal adalah mahasiswa Muamalah semester enam, sekaligus calon ketua HMJ yang menurut Komisi Pemilu Raya Mahasiswa (KPRM) tidak memenuhi kriteria.

Sebelumnya, Jalal telah mendaftarkan diri untuk maju menjadi calon, namun pihak KPRM menilai berkasnya itu cacat. Terutama pada poin ke-7 yang menyatakan bahwa salahsatu syarat dari Kriteria calon adalah pernah aktif di organisasi intra kampus.

“kami dianggap tidak memenuhi persyaratan karena tidak menyertakan surat rekomendasi dari organisasi intra, kami memang memberikan sertifikat keanggotaannya saja.” Ungkap Jalal.

Usaha Jalal dan tim sukses tak diam. Ia mencoba mencari berkas sertifikat tentang pernah keaktifannya selama di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Inkubasi Kewirausahaan Mahasiswa (LIKM) namun tetap nihil. “Jalal kan punya sertifikat LIKM, guru aja sekarang sertifikasi, kalau secara perdata kan itu sudah jelas.” Ucap Sopyan, tim sukses Jalal. “itu mah KPRM-nya barodo.” sambut pria berambut gondrong yang sama-sama tim sukses Jalal.

Riko, ketua KPRM mengakui bahwa Jalal pernah aktif di LIKM, namun mesti ada tanda tertulis yang harus di cantumkan dalam persyaratan. “kalau pernahnya… pernah, saya sendiri sebagai satu angkatan tahu, cuman kan ketika verifikasi yang di butuhkan buktinya kan.” Ucapnya.

Bukan hanya Jalal yang dinilai cacat syarat. Calon terpilih, Fuad, dinilai pula tidak masuk kriteria. Khususnya dalam poin ke-6 mengenai bahwa masing-masing calon harus memperoleh rekomendasi dari ketua jurusan. Sementara Fuad hanya memperoleh tanda tangan dari Sekretaris Jurusan. Hal ini yang menjadi kecemburuan salah satu pihak.

“dari Fuad juga ada yang cacat, dia hanya di tanda tangani Sekjur.” Ungkap salah satu tim sukses Jalal.

Mendengar pernyataan ini, Riko langsung berargumen tentang tanda tangan Sekjur Muamalah. “kondisi ketua jurusan lagi sakit, akhirnya oleh Sekjur di tanda tangani dengan tertera a.n (atas nama) ketua jurusan.” Ujar Riko pada SUAKA. “a.n (atas nama) itu sah.” Tambahnya.

Sementara, Fuad, calon terpilih, sebenarnya tidak ada kemauan tentang keinginannya menjadi ketua HMJ. Fuad sama sekali tidak berambisi untuk maju, namun, desakan teman-teman sekelasnya yang menyarankan dia untuk naik menjadi ketua HMJ. “saya terus terang belum ada keinginan. Saya sendiri daftar sehari sebelum pendaftaran di tutup. Besoknya pendaftaran ditutup sorenya saya mendaftarkan diri, bahkan sampai malam saya di bantu teman- teman melengkapi berkas pendaftaran.” Ujar Fuad.

KPRM juga sempat berdialog dengan Senat Mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum, mengenai pembahasan Pedoman Organisasi Kemahasiswaan (POK) tepatnya hari minggu sebelum pelaksanaan pemilu. Dan hari itu juga Jalal dinyatakan gugur. “Hari itu juga diputuskan bahwa yang bersangkutan tidak bisa masuk, karena syarat dari POK.” Imbuh Riko.

Menanggapi hal ini, Dadang, selaku ketua Senat, memberikan keterangannya bahwa dirinya tidak ikut campur dalam Pemilu Muamalah tersebut. “tidak ada intervensi dari senat, posisi saya disana hanya menjelaskan POK.” Ungkap Dadang, Mahasiswa Manajemen Keungan Syari’ah pada SUAKA tempo lalu.

RABU 20 MEI 2009. sebuah perkuliahan di jurusan Muamalah telah usai. Mahasiswa beranjak keluar meninggalkan gedung bercat hijau itu. “eh, sekarang ada Pemilu Muamalah, aku baru di SMS.” Tiba-tiba Ririn menyeru. Anak-anak yang lain memperhatikan. Ririn mahasiswa Muamalah semester dua.

“aku juga dapet.” Ujar yani

“kesana yuk, sekalian ngambil KTM.” Ajak Ririn.

Mahasiswa yang hendak makan pun beralih tujuan menuju samping Fakultas Syari’ah. Di depannya, dua buah kotak pemungutan suara yang berdiri tegak diatas dua buah meja, terpaksa di lipat oleh beberapa orang. Terdengar sebuah percekcokan dari masing-masing tim sukses. “Calonna ngan hiji, geus weh aklamasi. Tong pemilihan sagala. Ngerakeun Muamalah wungkul (calonnya cuma satu, sudah saja aklamasi, jangan ada pemilihan segala, memalukan Muamalah saja),” Ujar seseorang berteriak kearah KPRM. Beberapa orang meninggalkan tempat pemungutan suara sambil membanting pintu dekat lokasi TPS. “itu reaksi terhadap KPRM.” Ujar pria berambut gondrong.

Kekecewaan terlihat di raut muka segelintir orang itu. Memang, ironis sekali, seberapa pentingnya sebuah jabatan ketua HMJ, sampai-sampai terjadi kericuhan seperti itu. Yang jelas, berbagai cara bisa di lakukan. Salah satunya mengumpulkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) sebanyak-banyaknya, demi sebuah persyaratan oleh masing-masing tim sukses.

Seperti yang telah di lakukan beberapa minggu sebelumnya.Besok KTM bawa ya.” Sebuah SMS meluncur pada Tina. Dan teman sekelasnya menerima SMS yang sama. Banyak teman sekelasnya secara sukarela memberikan KTM-nya. Beberapa temannya yang lain berani bertanya pada si pengirim SMS—Rina.

“buat apa?” Tanya Tri, begitu pula Rita. “gak tau, Cuma disuruh aja, kelas C juga ngumpulin kok.” Jawab Rina.

“aku ketinggalan Rin,” jawab Tina Jujur, dan memang hari itu dompetnya ketinggalan dirumahnya. Akhirnya, hanya beberapa orang saja yang tidak memberikan KTM nya, termasuk kosmanya. “ah saya mah gak mau ikut campur, netral urang mah.” Ujar Tatang Kosma.

“duh, susah banget dapet KTM nya Tatang Kosma, harusnya Rin bisa dapetin KTM nya Tatang.” Ungkap Rina polos.

Banyak mahasiswa Muamalah tidak mengerti tentang pengumpulan KTM yang dilakukan oleh sebagian tim sukses masing-masing calon. “aku nyerahin KTM kirain buat ngambil sertifikat OPM, eh ternyata…” celoteh Ririn sedikit menyesali.

Tim Liput: Nora, Tina, Miko

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: