Cewek Penghisap

Oleh Hari Karyadi

Seorang gadis terpaksa mencoba membakar rokok. Dia sakit hati dan kecewa. Orang tuanya menikah lagi. Dia broken home. Dia stress. Yang dia kecewakan, justru teman-temannya yang pertama mengetahui bahwa orang tuanya kawin lagi dengan orang lain.

“merokok bisa ngilangin stress.” Ujar gadis yang tak mau disebutkan namanya ini. Selain merokok, dia juga kerap menumpahkan kekesalannya dengan balapan. Dia pun tau dampak merokok itu seperti apa. “dampak buruknya ya…kena kesehatan, misalnya paru-paru.” Tambahnya.

Rokok, siapa yang gak kenal dengan barang kecil ini. rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dengan gampang bisa dimasukin ke dalam kantong kita. Dalam kemasan itu juga terdapat pesan yang ngasih peringatan kepada perokok akan bahaya kesehatan yang bakal timbul akibat merokok, misalnya kanker, paru-paru atau serangan jantung dan lain-lain. walau kenyataanya itu cuma tinggal hiasan. Jarang digubris.

Rokok sendiri juga punya konsumen tersendiri. bukan cuma orang tua aja yang boleh menikmatinya, tapi juga  kaum muda ternyata dominan jadi penikmat kertas berisi tembakau ini, bukan pula hanya cowok yang doyan barang kecil ini (rokok-red) tapi cewek juga gak kalah doyan menghisapnya. Gak ayal lagi kalo zaman sekarang cewek gak malu  malu buat bebas merokok di area publik. Tapi untuk daerah ibu kota Jakarta para perokok gak diperbolehkan merokok di tempat umum, karena para smoker ini udah di sediain area tersendiri oleh pemerintah kota, supaya gak mengganggu masyarakat yang bukan perokok.

Di UIN sendiri cewek perokok atau istilah kerennya ‘smoker girl’, sudah tak asing di kuping mahasiswa. sebut saja Pelita (bukan nama sebenarnya) seorang mahasiswi salah satu Fakultas yang ada di UIN Sunan Gunung Djati ini dengan gamblang bilang kalo dirinya memang perokok sejati. “saya mulai merokok sejak kelas satu SMA.” Katanya. Pelita menjelaskan bahwa awalnya cuma coba-coba dan lama-lama eksperimen itu menjadi ketagihan. “Awal kelas tiga saya menjadi perokok aktif.” Tambahnya. Setiap hari Pelita selalu menyempatkan buat merokok, karena menurutnya merokok sudah jadi kebutuhan dalam hidupnya.

Hampir 90% wanita muda Indonesia perokok. Riset terbaru menjelaskan 88,78% dari 3.040 pelajar SMP putri hingga mahasiswi (13-25 tahun) Indonesia merokok. Mereka mengonsumsi 1-10 batang dalam hidup mereka. Demikian hasil survey yang dilakukan oleh KuIs (Koalisi untuk Indonesia Sehat). Riset mengungkapkan sebanyak 54,59% remaja dan perempuan merokok dengan tujuan mengurangi ketegangan dan stres. Lainnya beralasan untuk bersantai 29,36%, merokok sebagaimana dilakukan pria 12,84%, pertemanan 2,29%, dan agar diterima dalam kelompok 0,92%. Sebagian besar remaja putri melihat iklan rokok di televisi 92,86% dan poster 70,63%. Sebanyak 70% remaja dan perempuan juga mengaku melihat promosi rokok pada acara pentas musik, olahraga, dan kegiatan sosial. Sebanyak 10,22% wanita berusia 13-15 tahun dan 14,53% wanita berusia 16-15 tahun pernah ditawari sampel rokok gratis.

Sama halnya dengan Pelita, Aurel (nama samaran) mengatakan dirinya mulai merokok sejak kelas satu SMA. Aurel menyampaikan kepada wartawan SUAKA, bahwa masalah keluarga menjadi salahsatu penyebab dirinya merokok. Selain itu pengaruh dari temannya yang suka merokok juga menjadi penyebab lainnya. lain halnya dengan Gye, “kalo lagi stress ngerokok, rasanya nikmat banget, Gye juga mengungkapkan bahwa rokok itu pelengkap hidup, bukan untuk pelarian” ujarnya.

Selain itu merokok bagi wanita bisa mengakibatkan kerusakan bagi kecantikannya, menghilangkan vitalitas dan kecerahannya, serta rona kemolekannya, bahkan bisa menghilangkan warna mukanya. Giginya menjadi hitam, keluar bau tidak sedap dari mulutnya, mempunyai citra buruk terhadap orang yang tidak merokok. Aspek lain, suara akan menjadi kasar, hormon kewanitaannya bergelora sehingga membuat sisi kelembutannya menjadi hilang. Wanita perokok juga sangat dimungkinkan terserang kanker mulut rahim, pendarahan tekanan darah tinggi, dan berisiko mendapatkan bayi lahir cacat. Risiko penyakit jantung pada wanita perokok lebih tinggi, terutama pada mereka yang menggunakan kontrasepsi oral.

Beda halnya dengan Pelita, menurutnya banyak sekali dampak negatif yang diakibatkan dari merokok. “tapi itu kan udah resiko.” tuturnya. Atau yang lebih hebat lagi Gye sampai saat ini belum ngerasain dampak apa-apa walau sebelumnya ternyata dia sudah lebih dulu nyoba hal yang lebih berat, kayak nyimeng (menghisap Ganja).

Menurut Sirajudin, salah satu dosen Fakultas Dakwah dan komunikasi saat ditanya tentang hukumnya merokok, dia mengatakan “rokok itu haram dalam kondisi tertentu, Misal, merokoknya wanita yang hamil sebab ada pengaruh bagi janin yang dikandungnya.” Ujarnya. Ketika dimintai pendapatnya tentang wanita berjilbab yang merokok.

Amin mengatakan “Seorang Cewek berjilbab tidak pantas merokok, karena dapat merusak nama baik cewek berjilbab, dan jika memang ingin merokok, janganlah melakukannya ditempat umum” kata mahasiswa Teknik Informatika semester dua ini mengakhiri.

[] Kru SUAKA Fresh dari Berbagai Sumber  (Antara[] stop-merokok.blogspot.com[])

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: