Golput di Kalangan Mahasiswa

Oleh Yang Putri Insani

Jumlah presentase pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya berdasarkan prediksi Lembaga Center for Indonesian Regional and Urban Studies (CIRUS) Suveryors Group kian meningkat dibandingkan tahun 2004 yang hanya mencapai 20 persen. Survei ini dilakukan CIRUS bertepatan dengan Pemilu Legislatif 2009, Kamis (9/4), di 2.000 tempat pemungutan suara di seluruh Indonesia. Hasil prediksi menyatakan sekitar 25 persen masyarakat tidak menggunakan hak pilihnya atau golput.

Salah satu yang mengambil andil dalam melonjaknya angka golput adalah kalangan mahasiswa yang tidak sedikit jumlahnya, mereka lebih memilih golput dengan berbagai argumen masing-masing. Salah satunya, Siti Samsiah (18), mahasiswi UIN SGD Bandung asal Bangka Belitung ini mengakui tidak menggunakan hak pilihnya.

“Jujur, Pemilu Legislatif kali ini saya golput. Alasannya karena faktor finansial juga. Saya tidak mungkin pulang ke Bangka Belitung hanya sekedar untuk nyontreng. Lagipula saya bingung dalam Pemilihan Umum kali ini. Bagi perantau seperti saya, pasti banyak caleg yang tidak saya ketahui secara jelas. Daripada salah pilih, saya lebih baik menyerahkan kepada orang-orang yang saya yakin mereka memilih karena sudah mengenal calegnya,” tuturnya serius.

Berbeda halnya dengan paramahasiswa yang aktif di LSPI (Lembaga Studi Politik Islam), di mana organisasi ini memiliki pandangan tersendiri terhadap golput. Dalam acara seminarnya, Rabu (25/3), LSPI mengangkat tema “Membaca Trend Golput Menjelang Pemilu 2009” dengan salah satu pematerinya Ustadz Riyan Syababi M.Ag di mana beliau menekankan golput dengan berbagaimacam alasan atau argumen idiologisnya.

Hal ini pun didukung oleh sebagian mahasiwa lainnya. Salah satunya mahasiswi jurusan matematika, Sadiah, berpendapat bahwa golput merupakan pilihan juga. “Kita tidak boleh men-judge bahwa orang-orang yang golput adalah orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka golput saat ini bisa jadi itu menandakan bahwa masyarakat tampaknya mulai mengkritisi politik, mereka sadar bahwa demokrasi tidak menjanjikan apa-apa, baik kemakmuran, kesejahteraan, maupun keadilan,” jelasnya.

Di balik semua itu, diakui oleh salah seorang mahasiswi UIN fakultas Komunikasi dan Dakwah, Indri, dia berpendapat bahwa golput di kalangan mahasiswa seharusnya menjadi sesuatu yang diperhatikan karena suara sangat menentukan nasib bangsa Indonesia ini ke depannya. “Lagipula tingginya golput sebenarnya tidak akan menjadi hambatan berjalannya pemerintahan karena pasti walau angka golput tinggi kekuasaan di pihak yang menang akan tetap berjalan,” tuturnnya. ***

Comments
2 Responses to “Golput di Kalangan Mahasiswa”
  1. dir88gun2 says:

    assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya?😐

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

  2. miftahrahman says:

    met kenal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: