Pelatihan Jurnalisitik Mahasiswa Tingkat Dasar SUAKA UIN SGD

Oleh: Miftahul Khoer pict00491

Ruangan itu kira-kira berukuran 40 meter persegi. Cat temboknya berwarna hijau. Namun, ada spanduk hitam menggantung di tembok sebelah kanan. ruangan itu biasa disebut Aula Student center. Lebih akrab didengar SC.

Setelah sholat jum’at, sebagian mahasiswa UIN SGD Bandung satu persatu merapat ke SC tersebut. Mereka sibuk mengutak-ngatik name tag. Ada yang memperbaiki dan ngedadak membuat name tag tersebut. Masing-masing peserta menggunakan nama istilah jurnalistik. Panitia mewajibkannya.

Ada apa di gedung SC ? Hari itu, 14 November 2008, SUAKA menggelar acara Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa Tingkat dasar (PJMTD).

Suasana mulai hangat, ketika Eli Nurhadi membawakan acara dengan penuh warna. Eli mengajak para peserta lebih fresh dan atraktif. Berbagai permainan disambut hangat oleh para peserta PJMTD. Penuh ketawa dan sorak soray.

Wicaksono, mantan ketua umum SUAKA, tampil sebagai pengisi materi keSUAKAan. “Apa yang anda tahu tentang SUAKA?” Ujarnya memulai pembicaraan. ”Salah satu lembaga pers mahasiswa UIN,” kata salah seorang peserta menjawab. Wicak pun mulai membeberkan apa-apa yang menyangkut SUAKA. Mulai dari sejarah sampai produk SUAKA. Para peserta manggut-manggut mendengar materi yang disampaikan Ica—panggilan akrabnya. Mirip nama cewe ya… hehe…

Lalu, tiba-tiba, seorang berperawakan gemuk, mengenakan kemeja kotak-kotak, kepalanya agak botak mengetuk pintu kantor SUAKA. ”masuk kang,” jawab seorang kru SUAKA. Miko dan Godi salaman dengan orang itu.

”Indra..”

”Miko..”

”Godi..”

Mereka bersalaman penuh semangat bak teman lama yang bertemu kembali disuatu waktu. Miko adalah pemimpin Umum media SUAKA. Godi juga pemimpin, dia memimpin perusahaan di SUAKA, sedangkan Indra, dia adalah wartawan tempo. Banyak yang dibicarakan Indra sama temen-temen SUAKA. Namun, sang pembawa acara telah memanggil dia untuk memberikan materi. Indra pun segera memasuki SC, menyapa para peserta.

Sore itu, Indra kebagian mengisi materi manajemen isu. Dia mulai membeberkan pengalamannya selama kerja di tempo. Tak lupa, lelaki yang sedang kuliah S2 di ITB ini membagikan handout pada para peserta. Indra penuh semangat, para peserta tertegun dan masih manggut-manggut mendengar pengalaman wartawan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ini. Sayang, waktu juga yang harus memisahkan pertemuan mereka. ”Uuhhhhhh…” para peserta pun seakan kesal setelah Sandi Indra—nama lengkapnya—harus menyudahi pertemuan itu.

Materi selanjutnya adalah manajemen organisasi. Ketua Dewan Mahasiswa, Ali Santosa dipercaya panitia sebagai pemateri. Seharusnya Ali sudah memberikan materi itu pukul lima sore. Namun, ada keterlambatan waktu dari pemateri sebelumnya, sehingga waktu yang telah ditentukan agak sedikit molor. Ali mengenakan kaos belang-belang dan bercelana jeans. Para peserta tetap manggut-manggut mendengar materi yang disampaikan pemateri.

Bersambung…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: