Oh Pahlawan!

Oleh : Ryan Muhammad Ramadhan

Apa yang terlintas di benak kita jika kita mendengar hari pahlawan? Tetapi sebelum menjawab pertanyaan di atas, ingatkah kita hari pahlawan jatuh pada tanggal berapa? Mungkin bagi sebagian orang tahu kapan hari pahlawan, tetapi yang mengherankan ada sebagian teman kita yang tidak mengetahuinya. Sungguh memprihatinkan…

Hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November merupakan hari yang sangat bersejarah bagi bangsa kita. Bagaimana tidak, para pahlawan bangsa di Surabaya berjuang gigih melawan penjajah, bahkan mereka sampai rela mengorbankan nyawa hanya untuk dinikmati hasilnya buat para penerus mereka. Namun apa yang terjadi selanjutnya? Jangankan melanjutkan perjuangan mereka untuk bangsa ini, perjuangan mereka yang oleh bangsa ini di”hargai” dengan menjadikan tanggal 10 mopember untuk memperingati jasa mereka setiap tahunnya malah ada yang dilupakan oleh sebagian kecil generasi muda ( kalau tidak mau disebut Mahasiswa ) bangsa ini.

Menurut Dimas yang sehari–hari bekerja sebagai laboran di Fakultas Psikologi, saat ditemui SUAKA menuturkan, “Hari pahlawan diperingati untuk mengenang perjuangan para pahlawan dalam peristiwa hebat di Surabaya.” Ia juga mengaku bahwa pada hari pahlawan ia selalu mendoakan arwah para pahlawan diterima disisi Tuhan. Tetapi ada pula yang memperingati hari pahlawan dengan tidak melakukan apa–apa. “Paling waktu sekolah saya memperingatinya lewat upacara bendera,” tutur Soni, salah seorang pegawai Kopma.

Jika membandingkan sosok pemimpin dengan sosok pahlawan, maka akan sangat beragam penjelasan mengenai itu. Menurut Dimas, “ Para pemimpin sekarang masih jauh dari sosok Pahlawan. Karena para pemimpin sekarang tidak mengorbankan seluruh jiwa raga untuk kebenaran dan keadilan. Dan juga masih mementingkan kepentingan pribadi atau golongan bukan kepentingan umum.” Memang pada kenyataannya para pemimpin di negeri yang bermayoritasnya beragama Islam ini masih mementingkan kepentingannya sendiri maupun golongannya. Hal ini terbukti dengan banyaknya para pejabat Negara terjerat kasus korupsi. Lantas bagaimanakah kriteria sosok pahlawan itu sendiri?. Dalam pandangan Dimas, ia menggambarkan,” sosok pahlawan itu hidupnya sederhana, dekat dengan siapapun dan kaum manapun ( tidak hanya wong cilik ), adil dan bijaksana, dan tidak hanya membela kepentingannya sendiri maupun golongan dan rela berkorban lahir batin demi kebenaran dan keadilan”. Ketika ditanya apakah ia sudah menjadi pahlawan untuk dirinya sendiri, ia mengatakan saat ini belum, karena menurutnya ia belum bisa berbuat apa – apa untuk dirinya sendiri maupun orang lain.

Memang terlalu jauh membicarakan di level nasional. Coba kita tengok apakah di kampus tercinta kita ini, apakah para pemimpin disini sudah seperti sosok Pahlawan. Menurut salah seorang Mahasiswa BPI semester 7 yang kami temui, ia menjelaskan bahwa para Pemimpin di kampus ini masih jauh dari sosok Pahlawan. “ Kalau mau jujur, para pemimpin disini masih jauh dari sosok Pahlawan. Hal ini terlihat dari cara kepemimpinannya maupun kepribadiannya.”. Tetapi itu baru sebagian besar yang seperti itu, buktinya masih ada yang berjiwa Pahlawan seperti yang dituturkan oleh Mahasiswa di atas, “ Ada salah seorang Dosen ( tidak mau disebutkan namanya) yang sudah seperti berjiwa Pahlawan, dia itu orangnya baik suja membela kepentingan orang banyak, dekat dengan kita, ya pokoknnya cocok aja dijadikan figur seorang Pahlawan”. Ketika ditanya apa yang ia lakukan untuk memperingati hari pahlwan ia pun menambahkan, “Kita harus meneruskan perjuangannya, bukan berarti pahlawan gugur tidak ada lagi pahlawan yang meneruskannya. Karena kita sebagai mahasiswa, minimal dikampus kita harus memperjuangkan kemahasiswaan, jangan hanya mahasiswa-mahasiswaan, jadi kita harus mengapresiasikan diri.”

Tetapi memang kita jangan terlalu berharap pada orang lain untuk menjadi seperti sosok Pahlawan, minimal dari diri kita sendiri dengan dimulai dari hal sekecil apapun. Apa yang sudah kita lakukan untuk memperingati hari Pahlawan itu sendiri. Kemudian lanjutkanlah cita – cita atau perjuangan mereka agar pengorbanan mereka tidak sia – sia Lakukanlah perubahan dari diri kita sendiri sebelum menuntut perubahan dari orang lain. Always hard to make a change just like how to stay the same.

[] godi, ryan,wicak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: