Mekanisme Buruk, Beasiswa Tidak Tepat Sasaran

Listiani tak bisa menyembunyikan kekecewaannya saat namanya tak tercantum dalam daftar penerima beasiswa DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) UIN Sunan Gunung Djati Bandung tahun ini. Ia tak habis pikir, bagaimana sebenarnya mekanisme penerimaan beasiswa ini.

“Mekanisme yang mereka (pihak kampus, red-) lakukan tak bisa dimengerti oleh mahasiswa. Masalahnya, mereka lebih mementingkan kedekatan emosional dalam pemberian beasiswa ini, bukannya dilihat dari kebutuhan sebenarnya,” ujar mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Jurnalistik ini, Rabu (28/4).

Listi menyatakan, buruknya mekanisme pembagian dapat berimplikasi pada tidak tepatnya sasaran penerima beasiswa ini. “Seharusnya mereka mengerti, banyak mahasiswa yang lebih membutuhkan beasiswa. Jadi, jangan hanya dilihat dari faktor kedekatan saja. Jika beasiswa itu jatuh pada orang-orang yang tidak bertanggung jawab, maka niat awal untuk membantu jadi gagal tercapai. Hal ini bisa juga berarti sebagai kegagalan dalam pemenuhan amanah,”

Tidak hanya Listi, banyak lagi pihak yang merasa kurang puas dengan mekanisme pembagian beasiswa ini. Salah satunya diungkapkan oleh Asep, mahasiswa Fakultas Tarbiyah. Ia menengarai, mekanisme pembagian beasiswa tidak berjalan dengan semestinya.

“Saya tidak mengerti mengapa saya tidak pernah bisa mendapatkan beasiswa. Padahal tiap tahun saya selalu membuat pengajuan. Anehnya, ada mahasiswa yang selama tiga tahun berturut-turut mendapatkan beasiswa ini. Sepertinya pihak jurusan dan Al-Jamiah tidak benar-benar memeriksa siapa saja yang dapat,”

Apalagi, lanjut Asep, pembagian beasiswa yang ada di UIN Sunan Gunung Djati Bandung tidak transparan. “Masa yang dapet beasiswa cuma orang-orang yang dekat dengan pihak jurusan? Saya akui kalau saya tidak dekat dengan dosen atau pihak jurusan, tapi jika mekanisme pembagiannya benar, seharusnya saya juga bisa mendapatkan beasiswa tersebut. Kejadian ini tidak hanya terjadi di fakultas saya, di fakultas lain pun katanya seperti itu,”

Selain itu, Asep memaparkan, ada saja mahasiswa yang dari segi materi mampu, namun ia mendapatkan beasiswa tidak mampu. “Ironisnya, menggunakan uang beasiswa untuk hal yang tidak berguna seperti belanja. Ini tidak adil, padahal saya butuh beasiswa untuk membayar registrasi semester depan,” ujar Asep, kesal.

Menanggapi hal ini, Pembantu Dekan III Fakultas Ushuludin Afghoni menerangkan bahwa ada dua kriteria untuk dapat mengikuti beasiswa dari DIPA, yaitu berprestasi dan tidak mampu. “Persyaratan sendiri sama seperti di fakultas-fakultas lain, tapi kalau tidak jelas ya tidak boleh,” jelasnya.

Kemudian dia menerangkan bahwa sistem pemberian beasiswa untuk di Fakultas Ushuludin sendiri diserahkan pada jurusan masing-masing. Karena, menurutnya, jurusan yang lebih tahu. Setelah itu, barulah diberikan pada pihak fakultas. “Ada sistem giliran, yang sudah dapat tidak bisa dapat lagi,” tegasnya.

Sayangnya, fakta yang terjadi di lapangan tidak seperti yang diungkapkan Afghoni. Listi bersikukuh pembagian beasiswa belum merata dan adil. “Ini bukan berarti saya iri, tapi keadaannya memang seperti ini,” ujar Listi.

Minim Sosialisasi

Masalah dalam pembagian beasiswa ini ternyata tidak hanya soal buruknya mekanisme, minimnya sosialisasi juga terus dipermasalahkan oleh banyak mahasiswa. Ulfah, mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris bercerita mengenai hal ini. Ia menyatakan, sosialisasinya terlalu pendek, bahkan terkesan mendadak. “Pengumuman beasiswa muncul pada tanggal 5 Maret, kemudian tanggal 10 semua persyaratan harus sudah dikumpulkan dan dititipkan ke kosma,” cerita Ulfah.

Padahal, Ulfah meyakini, untuk membuat persyaratan itu tidak gampang dan mudah. Butuh waktu yang cukup lama. “Apalagi membuat persyaratan bagi yang tidak mampu (SKTM, red-),” ujarnya.

Kurang transparannya informasi dan sosialisasi beasiswa ini dibantah oleh Pembantu Dekan III Fakultas Dakwah dan Komunikasi Ujang Saefullah. Ujang mengatakan, informasi mengenai beasiswa selalu transparan tanpa ditutup-tutupi. “Setelah berdiskusi dengan dekan, kemudian saya mengumumkan kepada tiap ketua jurusan,” papar Ujang.

Menurut Ujang, pihaknya juga menempelkan pengumuman mengenai beasiswa ini. Tapi, kata Ujang, sering ada pihak-pihak yang mencabut pengumuman tersebut. “Yakin itu sudah ditempel, ada bekasnya. Saya tidak tahu siapa yang mencabut dan apa tujuannya,” jelas Ujang.

Mengenai beasiswa yang tidak tepat sasaran, Ujang mengatakan bahwa mahasiswa harus lebih rajin datang ke jurusan. “Ia harus minta ke saya dan saya akan rekomendasikan ke ketua jurusan. Nanti kita akan tentukan, dia layak atau tidak dapat beasiswa? Yang terpenting, intinya untuk mahasiswa harus sering konsultasi ke PD 3. Tapi harus langsung datang sama saya, jangan diwakilkan” lanjutnya.

Hanya saja, Ujang mengakui bahwa waktu sosialisasinya terlalu pendek. “Pemberitahuan dari pihak Al-Jamiahnya memang sangat mepet. Sekitar 10 hari sebelumnya.”

Namun, hal yang bertolak belakang diungkapkan Pembantu Dekan III Fakultas Adab dan Humaniora, Sulasman. Ia menyatakan, pemberitahuan informasi ini telah dari jauh-jauh hari diberitahukan pada mahasiswa. “Setelah pemberitahuan turun, barulah kemudian jurusan mengadakan seleksi,” jelasnya. [] Fikri, Sonia, Tina, Tri/Suaka

About these ads
Comments
One Response to “Mekanisme Buruk, Beasiswa Tidak Tepat Sasaran”
  1. wicak says:

    berita ini hanya menampilkan fakta opini bukan fakta empiris, maka lebih baik bila ada penelusuran data mengenai mahasiswa yang dapat beasiswa karena kedekatan. menghindari citra suaka yang hanya menyajikan “fitnah” (opini tanpa data akurat) sumber kepada pihak lain…

    secara struktur sudah bagus dan cukup runtut.
    semangat terus kawan!!! karena kalian sebagai pencatat sejarah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: