Mahasiswa UIN Bandung Bercinta Sesama Jenis

Sepintas, tidak ada yang aneh dengan tingkah laku pria itu. Pria berkulit putih dan berhidung mancung ini seperti pria kebanyakan. Namun, siapa sangka mahasiswa semester dua di UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini adalah seorang gay.

“Meski sekarang saya seperti ini, namun dulu juga pernah pacaran ama beberapa cewek. Jadi, dulu saya seorang playboy, sekarang saya play with boy,” ujarnya sambil tertawa. Menurut mahasiswa yang tidak mau disebutkan namanya ini, ia menjadi penyuka sesama jenis selama dua tahun terakhir. Selama dua tahun ini, ia mengakui telah beberapa kali ganti pasangan.

“Yang gue akui sebagai mantan ada sebelas orang. Sedangkan yang tidak diakui, dalam artian hanya pacaran selama satu atau dua minggu, jumlahnya lebih banyak. Saat ini juga pacar gue ada dua orang. Kalau soal gaya pacaran, gue tergantung pacar. Mulai dari pacaran yang tanpa pernah kontak fisik, bahkan hingga yang paling parah. Semuanya tergantung kemauan pacar,” ungkapnya.

Seiring dengan cuaca siang di Cafetaria UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang makin terik, mahasiswa ini makin buka-bukaan mengenai fenomena seperti ini yang terjadi di UIN Sunan Gunung Djati. “Mahasiswa UIN juga banyak yang seperti gue. Gue kenal beberapa. Sekarang juga gue lagi pengen pacaran dengan teman sekampus. Bagaimana rasanya yah?”

Tidak hanya mahasiswa, katanya, dosen juga ada yang berperilaku seperti ini. “Gue pernah berhubungan dengan salah seorang asisten dosen di salah satu jurusan melalui chat. Bahkan, sebenarnya bukan hanya satu orang. Masih ada lagi yang lain. Hanya saja, gue nggak tahu dia itu dosen atau staf. Yang pasti, dia pernah membuat sebuah agensi model dan gue diajakin jadi anak buah modelnya,” lanjutnya.

Suasana cafeteria tambah ramai. Namun, mahasiswa ini seakan tidak peduli dengan keadaannya. Ia tetap antusias bercerita. Bahkan, bercerita mengenai perasaannya berbuat seperti ini dan sempat menyatakan keinginannya untuk sembuh. “Bagaimana pun gue ingin sembuh. Suatu saat, gue juga ingin punya anak. Namun hingga sekarang masih sulit untuk berhenti,” katanya menerawang.

Sebelum mengakhiri pembicaraan, ia sempat memberi sebuah nasihat bagi masyarakat yang selalu menganggap negatif orang seperti dirinya. “Sebenarnya ini bukanlah kelainan atau apa. Ini hanya masalah pilihan hidup. Gue pernah dengar seorang psikolog berkata, tiap individu memiliki bibit untuk menjadi seperti ini. Hanya saja, tergantung dia mau bergaul dengan siapa,”

Cerita berbeda dialami seorang mahasiswi semester empat. “Saya seperti ini sejak kuliah,” ujarnya, Rabu (24/3). Menurutnya, perilaku lesbiannya ini berawal dari keikutsertaannya di sebuah grup di salah satu jejaring sosial. Keikutsertaan ini berlanjut pada perkenalan yang berujung pada hubungan yang lebih serius.
“Biasanya saya pacaran di luar, bahkan hingga ke luar kota. Namun meski sembunyi-sembunyi seperti itu, ayah dan ibu saya juga tahu kalau saya seperti ini. Reaksi mereka ya seperti biasa orang yang punya jantung. Jantungan,” ujar mahasiswi berbulumata lentik yang hobi bernyanyi ini ringan.

Ia menyatakan perilakunya ini hanya sekedar main-main. Gaya pacarannya pun, kata mahasiswi ini, tidak separah orang lain yang berperilaku sama. “Apalagi sekarang juga saya pacaran ama cowok.”
Mengenai fenomena yang marak terjadi ini, dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Indira Sabet Indriani menyebutnya sebagai perilaku liwath, yang termasuk dosa besar. “Dalam hadits dikatakan jika kamu menemukan orang yang berbuat liwath, maka bunuhlah keduanya. Bunuh disini lebih bermakna pada sanksi. Hukum Islam dikenai sanksi, otomatis itu adalah perbuatan buruk,” katanya.

Hal senada diungkapkan dosen Fakultas Psikologi Tarsono. Ia menyatakan perilaku seperti ini memiliki memiliki dampak negatif. “Selain dosa besar, perilaku ini dapat menyebabkan berbagai penyakit berbahaya,” ungkap Tarsono.

Ia menyarankan agar orang yang melakukannya harus segera melakukan proses penyembuhan. Caranya, kata Tarsono, dengan melakukan konseling secara individu secara intensif dan membuat lingkungan yang kondusif dengan kodratnya. Selain itu, lanjut Tarsono, harus ada yang memberikan informasi mendalam mengenai betapa berbahayanya perilaku ini.

Berbeda dengan Indira dan Tarsono, Prof. Ahmad Tafsir menganggapnya sebagai suatu hal yang bisa terjadi di mana saja. “Penyimpangan seksual tersebut bisa terjadi di mana saja, termasuk di UIN Bandung. Namun, bagaimana pun perbuatan tersebut tetap saja melanggar norma agama,” ujar dosen pasca sarjana ini.
Mengenai tindakan yang akan diambil, Ahmad Tafsir menyatakan hanya akan menegurnya saja. “Selebihnya kembali pada mereka sendiri. Sebagai orang yang sudah dewasa, tentunya mereka bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk,” katanya.

Comments
6 Responses to “Mahasiswa UIN Bandung Bercinta Sesama Jenis”
  1. wicak says:

    alus pisan ieu tema,,,cik nanat titah maca atuh???mun tanggapana datar keneh, contact Arif sindo. meh aya pendalaman n sugan weh jadi berita nasional….nu kieu mah moal basi, selama jalmina kuliah keneh di UIN

  2. hensan says:

    hahahahaha……
    yang kaya gini nih harus di kembangkan “terus” , tergantung perspektif ato paradigma tiap orang yang melihat permasalahan ini, gaya hidup kah ato sebuah kelainan…….???!!!!
    tapi yang pasti itu lah hidup dan itu lah manusia…..

  3. Dian Kurnia says:

    Mengenai tindakan yang akan diambil, Ahmad Tafsir menyatakan hanya akan menegurnya saja. “Selebihnya kembali pada mereka sendiri. Sebagai orang yang sudah dewasa, tentunya mereka bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk,” katanya.

    Memang pada akhirnya semua perubahan hanya ada pada diri kita sendiri.

  4. gadiz says:

    homosex jadi bahan berita terlalu lebay. Ini pilihan individu. Selama gak merugikan hidup orang lain, fine aja untuk dijalanin.

  5. takin says:

    klo mahasiswa , nenyebutkan klo gay itu adalah pilahan hidup itu di suatu sisi benar . . .
    tapi di sisi agama dosa besar . . . .

    tapi bagaimana cara menghilangkan rasa homo sexsual agar kembali kepada normal . .

  6. jakariya says:

    asli di kampus sekaliber uin sudah seperti itu ???? atau tulisan ini hanya sensasi belaka…?????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: